Sub Direktorat Pengendalian ISPA

Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
SURVEILANS ISPA BERAT INDONESIA
Data/Informasi

Kinerja Program Pengendalian ISPA di Provinsi Nusa Tenggara Barat


Download

Surat Perubahan Sasaran ISPA

Rekomendasi anti biotik IDAI

SE KaBalitbangkes Pengambilan Spesimen

Media Kewaspadaan MERS-CoV

Media Leaflet MERS-CoV

Banner MERS-CoV

Poster MERS-CoV

05_Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi MERS-CoV

04_Pedoman Tatalaksana Klinis MERS-CoV

03_ Pedoman Pengambilan Spesimen MERS-CoV

02_Pedomaan Surveilan Siaga MERS-CoV

01_Pedomaan Umum Kesiapsiagaan MERS-CoV

Materi KInis dr Sardikin

Materi Karkes

Materi Surveilans

Materi WHO

SE Dirjen PP dan PL tentang MERS CoV

FormulirPengambilan Sampel

Pedoman pemeriksaan Laborat MERS CoV

Edaran Dirjen PP dan PL

Bagan Tatalaksana Pneumonia

Poster Pneumonia

Modul Bimbingan Tatalaksana Pneumonia

Pedoman Pengendalian ISPA

Berita Terkini

Regulasi Rokok di Penyiaran

(02-04-2013)

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, menjadi pembicara talk show pada ajang Rapat Koordinasi Nasional Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), yang diselenggarakan pada 1 April 2013 di Bali. Rakornas KPI Tahun 2013 yang mengangkat tema "Membangun Indonesia Melalui Penyiaran" ini dibuka dengan resmi oleh Bapak Menko Polhukam dengan didahului sambutan Bapak MenKominfo dan Ketua KPI.

Topik yang dibahas oleh Prof. Tjandra berjudul " Regulasi Rokok di Penyiaran ", dalam satu panel berjudul "KPI Menghadapi Isu Baru", bersama Staf Ahli Menteri Komminfo, Sekjen Kemensos dan Ketua ATVSI Eric Tohir.

Ada 3 hal utama yang dibicarakan Prof. Tjandra didepan seluruh jajaran KPI seluruh Indonesia: Pertama, bahaya merokok bagi kesehatan. Kedua, mengenai situasi kebiasaan merokok di Indonesia, dimana antara lain  terdapat 64 juta perokok dan 97 juta warga Indonesia (non smoker) terpapar asap rokok pasif, 43 juta anak-anak terpapar asap rokok pasif, diantaranya 11,4 juta anak usia 0-4 tahun dan 400.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit akibat rokok serta pengeluaran makro untuk tembakau adalah sebesar Rp 245,41 Triliun, sedangkan untuk pemasukan dari Cukai Tembakau adalah sebesar Rp 55 Triliun.

Lebih lanjut, yang Ketiga, Prof. Tjandra juga membicarakan mengenai sudah adanya aturan dibidang kesehatan yang mengatur tentang rokok ini, yaitu  UU 36 tahun 2009 dan PP 109 tahun 2012. Sedikitnya ada 6 hal yang kini diatur dalam UU dan PP di atas, yaitu bahan dalam produksi, peringatan kesehatan di bungkus rokok, pencantuman informasi dan larangan, pengendalian promosi dan sponsor, kawasan tanpa rokok dan pengaturan tentang iklan rokok, yang dibagi dalam 4 kelompok yaitu Media cetak, Media internet, Media luar ruang dan Media elektronik, dimana antara lain diatur pada PP 109/2012, pasal 27, tentang 11 hal pengendalian media iklan; pasal 29 , tentang larangan yang disiarkan dan pasal 39, antara lain tentang jam penayangan iklan.

Demikian disampaikan Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama dari Bali.

Kembali
Sabtu Kliwon, 20 Januari 2018
Pencarian

Pengunjung 23277 unique visitor

Galeri