Sub Direktorat Pengendalian ISPA

Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
SURVEILANS ISPA BERAT INDONESIA
Data/Informasi

Kinerja Program Pengendalian ISPA di Provinsi Nusa Tenggara Barat


Download

Surat Perubahan Sasaran ISPA

Rekomendasi anti biotik IDAI

SE KaBalitbangkes Pengambilan Spesimen

Media Kewaspadaan MERS-CoV

Media Leaflet MERS-CoV

Banner MERS-CoV

Poster MERS-CoV

05_Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi MERS-CoV

04_Pedoman Tatalaksana Klinis MERS-CoV

03_ Pedoman Pengambilan Spesimen MERS-CoV

02_Pedomaan Surveilan Siaga MERS-CoV

01_Pedomaan Umum Kesiapsiagaan MERS-CoV

Materi KInis dr Sardikin

Materi Karkes

Materi Surveilans

Materi WHO

SE Dirjen PP dan PL tentang MERS CoV

FormulirPengambilan Sampel

Pedoman pemeriksaan Laborat MERS CoV

Edaran Dirjen PP dan PL

Bagan Tatalaksana Pneumonia

Poster Pneumonia

Modul Bimbingan Tatalaksana Pneumonia

Pedoman Pengendalian ISPA

Berita Terkini

Buletin SIBI Bulan Juni

(28-06-2013)

BULETIN SURVEILANS ISPA BERAT DI INDONESIA (SIBI) : Juni 2013

Data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan penerimaan laporan

Ringkasan

Berdasarkan data sampai dengan tanggal 04 Juni 2013, ada sebanyak 63 kasus ISPA berat yang teridentifikasi oleh sistem surveilans ISPA berat dengan proporsi positif influenza sebesar 12% (N = 6 kasus)

 

I. Pendahuluan

Kegiatan surveilans ini merupakan kegiatan surveilans epidemiologi dan virologi infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) berat yang dilaksanakan di enam rumah sakit di enam provinsi di Indonesia. Kegiatan SIBI ini bertujuan untuk mendapatkan informasi epidemiologi dan virologi ISPA Berat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian penyakit baik dalam kondisi rutin dan pandemi.

Rumah sakit sentinel SIBI tersebut adalah:

1. RSUD Wonosari, DI Yogyakarta 4. RSUD Deli Serdang, Sumatera Utara

2. RS Kanujoso, Kalimantan Timur 5. RSUD dr. M.Haulussy, Maluku

3. RSUD Bitung, Sulawesi Utara 6. RS Provinsi NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat

Definisi kasus ISPA Berat

Demam ≥ 38 C° atau riwayat demam; dan disertai dengan semua gejala atau kondisi dibawah ini:

Batuk;

Tidak lebih dari 7 hari sejak timbul gejala;

Memerlukan perawatan rumah sakit;

Tidak lebih dari 48 jam sejak dirawat di rumah sakit.

Laboratorium: Uji real time RT-PCR dilakukan terhadap semua spesimen di Laboratorium Nasional Balitbangkes Jakarta. Spesimen diuji untuk influenza A dan influenza B. Untuk influenza A, akan dilakukan juga uji subtipe virus. Isolasi virus dilakukan untuk semua spesimen yang positif influenza.

II. Hasil Analisa Data Kegiatan SIBI (sampai tanggal 04 Juni 2013)

Dari 63 kasus ISPA berat, 51% adalah laki-laki dan 49% adalah perempuan. Penderita ISPA berat mayoritas adalah anak usia 1 sampai 4 tahun (33%). Sedangkan dari 6 kasus yang ditemukan positif influenza, proporsi jumlah laki-laik (50%) sama besar dengan jumlah perempuan (50%). Penderita influenza positif (N= 6 kasus) mayoritas berada pada kelompok umur 1 - 4 tahun (33%).

Tabel 2. Proporsi kasus ISPA berat berdasarkan gejala saat masuk

ISPA Berat (N=63) n (%)

Positif Influenza (N=6) n (%)

Berdasarkan Kelompok Umur

< 1 tahun

16 (25)

1 (17)

1 - 4 tahun

21 (33)

2 (33)

5 - 14 tahun

12 (19)

1 (17)

15 - 49 tahun

9 (14)

1 (17)

50 - 64 tahun

3 (5)

1 (17)

>65 tahun

2 (3)

1 (17)

Gejala saat masuk*

Riwayat panas

62 (98)

6 (100)

Batuk

63 (100)

6 (100)

Sakit tenggorokan

28 (44)

3 (50)

Sesak napas

39 (62)

4 (67)

Muntah

31 (49)

4(67)

Nyeri dada pleuritik

27 (43)

1 (17)

Auskultasi

31 (49)

3 (50)

Diare

13 (21)

3 (50)

Gejala MTBS untuk anak di bawah 5 tahun*

Tarikan dinding dada

12 (32)

1 (17)

Tidak bisa minum

5 (14)

0

 

Kembali
Sabtu Kliwon, 20 Januari 2018
Pencarian

Pengunjung 23277 unique visitor

Galeri