Sub Direktorat Pengendalian ISPA

Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
SURVEILANS ISPA BERAT INDONESIA
Data/Informasi

Kinerja Program Pengendalian ISPA di Provinsi Nusa Tenggara Barat


Download

Surat Perubahan Sasaran ISPA

Rekomendasi anti biotik IDAI

SE KaBalitbangkes Pengambilan Spesimen

Media Kewaspadaan MERS-CoV

Media Leaflet MERS-CoV

Banner MERS-CoV

Poster MERS-CoV

05_Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi MERS-CoV

04_Pedoman Tatalaksana Klinis MERS-CoV

03_ Pedoman Pengambilan Spesimen MERS-CoV

02_Pedomaan Surveilan Siaga MERS-CoV

01_Pedomaan Umum Kesiapsiagaan MERS-CoV

Materi KInis dr Sardikin

Materi Karkes

Materi Surveilans

Materi WHO

SE Dirjen PP dan PL tentang MERS CoV

FormulirPengambilan Sampel

Pedoman pemeriksaan Laborat MERS CoV

Edaran Dirjen PP dan PL

Bagan Tatalaksana Pneumonia

Poster Pneumonia

Modul Bimbingan Tatalaksana Pneumonia

Pedoman Pengendalian ISPA

Tentang Surveilans SARI

Sejak tahun 2008 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (PBTDK), Balitbangkes sudah melaksanakan surveilans SARI di 10 rumah sakit di 10 propinsi hingga tahun 2012. Berdasarkan hasil kajian terhadap sistem surveilans SARI  yang dilaksanakan oleh US-CDC pada bulan Mei 2012, ada beberapa hal yang direkomendasikan untuk memperkuat sistem ini. Dimana manfaat yang didapat hanya untuk mendukung kelengkapan sirkulasi virus influenza yang beredar di Indonesia namun tidak bisa memberikan informasi proporsi kasus influenza secara epidemiologi. Hal ini memerlukan upaya yang besar untuk meningkatkan pemanfaatannya untuk program pengendalian penyakit ISPA.

Di Subdit ISPA sendiri telah dilaksanakan surveilans sentinel pneumonia dari tahun 2007. Pada Agustus 2012, US-CDC dan World Health Organization (WHO) melakukan evaluasi terhadap Sistem Surveilans Pneumonia. Hasil evaluasi tersebut menemukan bahwa sistem tersebut sangat terbatas pemanfaatannya untuk memberikan informasi pada kebijakan kesehatan masyarakat karena tidak adanya komponen laboratorium yang memberikan informasi tentang etiologi penyakit ini.

Dengan merujuk kepada  Pedoman WHO yang dikeluarkan pada bulan Juli 2012 tentang ‘Epidemiological Surveillance Standards for Influenza. Dimana secara garis besar pedoman ini berisi definisi kasus terbaru, rekomendasi tentang pelaksanaan surveilan Influenza, serta menawarkan solusi rasional terhadap pertanyaan yang sering muncul tentang pemilihan lokasi sentinel, pengumpulan data dan analisa data. Pada akhir bulan April 2013 Subdit Pengendalian ISPA Dit. PPML, Pusat BTDK Balitbangkes dan CDC Atlanta mengembangkan surveilans terintegrasi di 6 sentinel rumah sakit yang diberi nama SIBI (Surveilans ISPA Berat Indonesia). Pada tahun 2013 ini baru dikembangkan di 6 site sentinel yang meliputi ; RSUD Deliserdang Provinsi Sumatera Utara; RSUD Wonosari Provinsi DIY; RSUD Kanujoso Djati Wibowo Provinsi Kalimantan Timur; RSU Provinsi NTB; RSUD Bitung Provinsi Sulawesi Utara; RSUD Dr. M. Haulussy Provinsi Malauku.

Tujuan umum adalah Mendapatkan informasi epidemiologi Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI) sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian penyakit. Adapun tujuan khususnya antara lain :
1. Diketahuinya gambaran epidemiologi Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI) menurut waktu, tempat dan orang.
2. Diketahuinya proporsi pneumonia dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI).
3. Diketahuinya proporsi kasus influenza positif diantara kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI).
4. Diketahuinya karakteristik virus influenza yang beredar.
5. Diketahuinya angka fatalitas kasus (CFR) Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI) dan Pneumonia.
6. Diketahuinya gambaran klinis dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI).

Sabtu Kliwon, 20 Januari 2018
Pencarian

Pengunjung 23277 unique visitor

Galeri