Selamat Datang Tamu


Sejak tahun 2008 Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (PBTDK), Balitbangkes sudah melaksanakan surveilans SARI di 10 rumah sakit di 10 propinsi hingga tahun 2012. Berdasarkan hasil kajian terhadap sistem surveilans SARI  yang dilaksanakan oleh US-CDC pada bulan Mei 2012, ada beberapa hal yang direkomendasikan untuk memperkuat sistem ini. Dimana manfaat yang didapat hanya untuk mendukung kelengkapan sirkulasi virus influenza yang beredar di Indonesia namun tidak bisa memberikan informasi proporsi kasus influenza secara epidemiologi. Hal ini memerlukan upaya yang besar untuk meningkatkan pemanfaatannya untuk program pengendalian penyakit ISPA.

Di Subdit ISPA sendiri telah dilaksanakan surveilans sentinel pneumonia dari tahun 2007. Pada Agustus 2012, US-CDC dan World Health Organization (WHO) melakukan evaluasi terhadap Sistem Surveilans Pneumonia. Hasil evaluasi tersebut menemukan bahwa sistem tersebut sangat terbatas pemanfaatannya untuk memberikan informasi pada kebijakan kesehatan masyarakat karena tidak adanya komponen laboratorium yang memberikan informasi tentang etiologi penyakit ini.

Dengan merujuk kepada ¬†Pedoman WHO yang dikeluarkan pada bulan Juli 2012 tentang ‘Epidemiological Surveillance Standards for Influenza’. Dimana secara garis besar pedoman ini berisi definisi kasus terbaru, rekomendasi tentang pelaksanaan surveilan Influenza, serta menawarkan solusi rasional terhadap pertanyaan yang sering muncul tentang pemilihan lokasi sentinel, pengumpulan data dan analisa data. Pada akhir bulan April 2013 Subdit Pengendalian ISPA Dit. PPML, Pusat BTDK Balitbangkes dan CDC Atlanta mengembangkan surveilans terintegrasi di 6 sentinel rumah sakit yang diberi nama SIBI (Surveilans ISPA Berat Indonesia). Pada tahun 2013 ini baru dikembangkan di 6 site sentinel yang meliputi ; RSUD Deliserdang Provinsi Sumatera Utara; RSUD Wonosari Provinsi DIY; RSUD Kanujoso Djati Wibowo Provinsi Kalimantan Timur; RSU Provinsi NTB; RSUD Bitung Provinsi Sulawesi Utara; RSUD Dr. M. Haulussy Provinsi Malauku.

Tujuan umum adalah Mendapatkan informasi epidemiologi Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI) sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengendalian penyakit. Adapun tujuan khususnya antara lain :

1 Diketahuinya gambaran epidemiologi Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI) menurut waktu, tempat dan orang.  
2 Diketahuinya proporsi pneumonia dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI).  
3 Diketahuinya proporsi kasus influenza positif diantara kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI).  
4 Diketahuinya karakteristik virus influenza yang beredar.  
5 Diketahuinya angka fatalitas kasus (CFR) Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI) dan Pneumonia.  
6 Diketahuinya gambaran klinis dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut Berat (SARI).  


Dikirim oleh swas tanggal 06 November 2017

Baca lebih lanjut

Tentang Kami

pix

Portal ini merupakan pusat dokumentasi, kegiatan dan pelaporan surveilans SIBI yang dilakukan dibawah koordinasi Subdit Pengendalian ISPA dan Pusat BTDK Balibangkes Kementerian Kesehatan RI. Rumah Sakit Sentinel yang telah ditunjuk diharapkan selalu tepat waktu mengisi dan melaporkan kegiatan surveilans ISPA Berat sesuai dengan formulir yang telah disediakan melalui menu Sistem

Pengunjung non sentinel dapat mengikuti perkembangan ISPA Berat melalui menu-menu yang telah disediakan. Keperluan lain yang berhubungan dengan ISPA, silahkan menghubungi kami melalui menu Kontak kami

Kontak Kami

Subdit Pengendalian ISPA - Direktorat PPML
Direktorat Jenderal PP dan PL
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Jl. Percetakan Negara No. 29
Jakarta Pusat 10560
Telp/Fax: 021-4223493, 021-42873416
Email: subditispa@gmail.com

Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (BTDK)
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Jl. Percetakan Negara No. 23
Jakarta Pusat 10560
Email: niketutsusi@gmail.com